Aplikasi ZPT Untuk Pembuahan Mangga Diluar Musim

ZPT
data:post.title

Cara pembuahan mangga di luar musim ini tidak lepas dari Peranan zat pengatur tumbuh,  dengan menggunakan ZPT berbahan aktif paklobutrazol. Dengan pengaplikasian  paklobutrazol pada tanaman mangga maka akan memacu pembungaan yang dapat meningkatkan hasil buah hingga 150%, dan dapat memperpanjang masa panen.

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuahan di luar musim dimulai dari persiapan tanaman, proses pemacuan pembungaan dan pembuahan, begitu juga dalam pengendalian OPT sampai pemeliharaan tanaman sesudahnya. Dengan demikian diharapkan dalam upaya pembuahan mangga di luar musim tidak menimbulkan efek negatif bagi tanaman.

Dosis yang digunakan untuk tanaman muda (4 – 6 tahun) adalah sekitar 5 ml/l air dan untuk tanaman dewasa diatas 7 tahun sekitar 7,5 ml/l. Diaplikasikan pada tanaman yang sehat dengan kondisi tanah cukup basah, dan sebaiknya ZPT diberikan di akhir musim hujan. Penggunaan ZPT dilakukan satu kali dalam 1 – 2 tahun, atau tergantung pada kondisi tanaman. Pada tanaman yang tumbuh lebat, penggunaan tahun berikutnya dilakukan dengan dosis yang sama. Namun, apabila pertumbuhannya terhambat cukup diberikan ½ dosis.

Aplikasi paklobutrazol dilakukan dengan cara penyiraman kedalam parit sedalam ± 15 cm yang sebelumnya telah dibuat mengelilingi pohon dengan jarak sekitar 0,5 – 1 m dari pohon. Siramkan 1 liter per pohon dengan larutan yang telah tercampur ZPT. Pemberian zpt ini dilakukan 2 – 4 bulan sebelum masa pembungaan normal. Pembungaan akan muncul serentak 8 – 10 minggu setelah aplikasi, dan panen dapat dilakukan sekitar 90 – 100 hari setelah pembungaan.

Apabila bunga muncul bertepatan dengan curah hujan yang tinggi maka bunga akan rontok sehingga diperlukan perhitungan yang matang kapan waktu yang tepat dilakukan aplikasi ZPT, supaya pada waktu pembungaan dapat terhindar dari hujan deras. Jika hal itu terjadi, sekitar 1 – 2 bulan setelah kerontokan, tanaman mangga akan berbunga kembali karena masih terdapat residu ZPT pada tubuh tanaman, namun demikian pembungaan periode berikutnya akan bertepatan dengan waktu pembungaan alami.

Keberhasilan dalam memacu pembungaan memerlukan pengelolaan tanaman secara intensif agar bunga yang sudah terbentuk tidak rontok akibat hujan. Pemberian Pupuk (unsur Makro dan Mikro) serta pengendalian hama penyakit secara intensif merupakan cara untuk meningkatkan produktivitas dan mutu buah mangga. Aplikasi pupuk mikro 2 minggu sekali dapat meningkatkan hasil panen dan kualitas buah yang baik.

Pada umumnya tanaman mangga di lahan petani hanya sebagai komoditas sampingan, sehingga tidak dilakukan pemeliharaan dan cenderung dibiarkan secara alami tanpa pemupukan, pemangkasan, penyiangan ataupun pengendalian hama dan penyakit. Hama dan juga penyakit yang sering ditemukan pada tanaman mangga adalah lalat buah, penggerek buah dan antraknosa, sehingga kualitas buah menjadi rendah, terlebih lagi jika panen di musim hujan karena buah mangga akan cepat membusuk. Cara pengendalian hama dan penyakit pada tanaman mangga dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

OPT Nama Pengendalian
gulma berdaun lebar, beradaun sempit Gramoxone 276 SL, Medally 20 WG
Hama kutu dompolan, kutu putih, bintil daun, wereng mangga Movento Energy 240 SC
- penggerek buah mangga, wereng mangga Alika 247 ZC atau dengan Ampligo 150 ZC
- lalat buah Antilat 90 BB, Fyfanon 440 EW, Petrogenol 800 L atau Sainindo 800 L
kutu putih Confidor 200 SL
penyakit antraknosa, bercak daun Cabriotop 60 WG, Corona 325 SC, Amistartop 325 SC atau Antracol 70 WP
Lanjut membaca

Đăng nhận xét

0 Nhận xét