Budidaya Semangka Varietas Unggul

Budidaya
data:post.title

Semangka (citrullus vulgaris).

Tanaman semangka membutuhkan penyinaran matahari full, sejak terbit hingga matahari tenggelam. jika Kekurangan sinar matahari akan menyebabkan keterlambatan waktu panen. Tanaman semangka dapat tumbuh optimal pada kisaran suhu 25°C. Ketinggian tempat yang ideal 100 - 300 m dpl, dapat ditanam di dekat pesisir pantai dan di atas perbukitan dengan ketinggian lebih dari 300 m dpl. pH tanah yang dibutuhkan antara 6 - 6,7. Jika pH tanah dibawah 5,5 maka pengaplikasian kapur pertanian harus dilakukan.

Benih semangka yang disemai adalah Hibrida import jenis Triploid (non biji) atau Haploid (berbiji). Jenis Triploid mempunyai kulit biji yang sangat keras, sehingga sebelum penyemaian harus mendapat perlakuan khusus dengan cara merenggangkan kulit biji. Jika tidak di renggangkan, maka biji akan sulit untuk berkecambah. Jenis Haploid mudah disemai karena bijinya tidak keras dan mudah berkecambah. Perendaman biji menggunakan 1 liter air hangat ditambah 1 sdt hormon dan fungisida 0,5 gr selama 6 - 12 jam lalu tiriskan. Setelah di tiriskan lalu benih dimasukkan ke 3 lembar kertas koran atau kain yang telah dibasahi, lalu dilipat. Atau bisa juga benih yang sudah di tiriskan, dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 1 kg, kemudian kantong plastik tiup lalu ikat dengan karet gelang. Benih akan berkecambah setelah 3 - 4 hari.

Adapun varietas semangka yang dibudidayakan di antaranya; BT 1 (serif saga), BT 2 ( serif kuning), sampai BT 6. Umur tanaman bervariasi antara 75 - 95 hari. Varietas unggul yang banyak diminati para petani Indonesia adalah; semangka hitam (Pasuruan), semangka Batu (Sengkaling), Semangka Bojonegoro dan Semangka Hibrida Import (hasil silang Hibridasi). Semangka diklasifikasikan menurut benih murni negara asalnya: benih Yamato, Sugar Suika, Cream Suika dan lainnya.

Masukkan benih pada kantong-kantong plastik kecil yang sudah berisi campuran tanah dan kompos, masing-masing kantong di isi satu biji benih. Pada kedua sudut kantong plastik dipotong untuk sirkulasi, dan agar air siraman tidak menggenangi benih. Setelah bibit berdaun 3 - 4 helai, bibit siap untuk dipindah ke bedengan yang telah di siapkan 2 - 3 minggu sebelumnya. Lebar bedengan 4 - 6 m dengan ketinggian bedengan 30 cm. Antara bedengan dibuat parit lebar 40 cm dengan kedalaman 30 cm.

Selama pertumbuhannya tanaman semangka memerlukan air. Air di alirkan melalui parit diantara bedengan, atau menggunakan selang. Pemberian air pada musim kemarau di lakukan 4 hari sekali sampai media tanam menjadi lembab. Pada saat pertumbuhan awal (vegetatif) diperlukan pemupukan lewat akar dengan Pupuk majemuk berkadar N tinggi, begitu juga penggunaan pupuk daun penting dilakukan minimal 14 hari sekali. Pupuk daun diberikan ketika tanaman berumur 14 HST dengan interval maksimal 14 hari satu kali, sampai tanaman berumur 42 hari. Selanjutnya pemberian pupuk buah dan ZPT (zat pengatur tumbuh) dilakukan ketika tanaman berumur 40 - 45 HST, agar tanaman menghasilkan buah dengan kualitas baik.

Pembubunan di sekitar perakaran harus dilakukan agar akar terlindungi dari terik matahari dan penyerapan Unsur hara akan maksimal. Perempalan daun-daun tua dan pengambilan tunas-tunas muda di lakukan karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan buah yang sedang berkembang. Cabang primer di pangkas menyisakan 3 cabang, sedangkan cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang berbuah harus dipotong karena akan mengganggu pertumbuhan buah. Cabang utama dan cabang primer di atur sedemikian rupa agar semua daun pada tiap cabang  tidak saling menutupi, sehingga  pembagian sinar matahri akan merata, yang akan mempengaruhi pertumbuhan yang baik.

Buah yang di pelihara adalah buah yang tumbuh dari ruas ke 8 - 15 atau jarak 1,5 - 2 m dari pangkal batang. Untuk mendapatkan buah yang berukuran besar-besar maka harus dilakukan penjarangan pada buah. Pembalikkan buah dilakukan 2 hari sekali agar warna kulit pada buah terlihat bagus dan matang secara merata. Masa panen dipengaruhi oleh cuaca dan tergantung dari jenis bibit yang di gunakan. Panen di lakukan setelah tanaman berumur 75 - 95 HST atau 35 - 40 hari dari awal pembungaan. Setelah terjadi perubahan warna pada buah dan batang buah mulai mengecil, maka buah semangka sudah bisa dipetik  (dipanen). Setelah daun-daun tanaman mulai mengering maka buah tidak dapat berkembang lagi dan sesegera mungkin buah semangka harus dipetik. Panen sebaiknya dilakukan ketika cuaca sedang cerah dengan kondisi permukaan kulit buah kering, agar tahan selama dalam penyimpananan.
Lanjut membaca

張貼留言

0 留言