Menghindari Dan Cara Mengendalikan Penyakit Blas Padi

OPT
data:post.title

Penyakit Blast

pada tanaman padi dapat dihindari dengan cara Perlakuan Benih yang baik atau tidak menggunakan benih yang sudah terinfeksi. Penyakit blas dapat ditularkan melalui benih, sehingga pengendaliannya harus dilakukan sedini mungkin. Perlakuan benih dengan cara perendaman menggunakan fungisida sistemik dapat menekan penyakit blas pada padi. Fungisida sistemik golongan Azole atau Triazole dianjurkan untuk mengantisipasi penyakit blas ketika tanaman sudah tumbuh dikemudian hari.

Rendam benih dalam larutan fungisida selama 6 - 24 jam, dalam periode perendaman, tiap 2 jam larutan diaduk hingga merata. Dosis yang digunakan 0.5 ml/l atau setengah dari dosis yang dianjurkan. Benih yang telah melalui proses perendaman, di angin-anginkan sampai saatnya gabah siap untuk disemaikan.

Sistem penanaman legowo dianjurkan agar kondisi lingkungan pertanaman tidak menguntungkan bagi patogen penyebab penyakit. Petanaman yang rapat menciptakan kondisi dimana lingkungan (suhu, kelembaban, aerasi) lebih menguntungkan bagi perkembangan penyakit, dan dapat dengan mudah terjadinya penularan penyakit. Pemupupukan menggunakan nitrogen dosis tinggi menyebabkan tanaman sangat rentan, dan level keparahan akan menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, maka dianjurkan untuk menggunakan pupuk nitrogen dan kalium (NKCL) secara berimbang.

Jamur Pyricularia  grisea adalah penyebab penyakit blas, yang pada awalnya berkembang di pertanaman padi gogo. Namun penyakit blas ini banyak ditemukan pada pertanaman padi sawah. Penggunaan Bakterisida begitu juga penyemprotan tanaman harus rutin dilakukan minimal 14 H 1 kali menggunakan fungisida sistemik untuk menekan perkembangan jamur. Apabila benih tersebut ditanam sepanjang musim, maka harus dilakukan pergiliran varietas.

Jamur P. grisea dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan, dari persemaian hingga menjelang panen. Mereka akan menginfeksi bagian daun yang menyebabkan tepi daun mengering / bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun. Begitu juga penyakit blas leher (busuk leher), dapat menurunkan hasil panen, karena leher malai akan membusuk dan patah sehingga bulir padi menjadi hampa. Agar penyakit tidak menginfeksi tanaman yang lain, gunakan fungisida yang dianjurkan dengan bahan aktif;

  1. Pikosistrobin 200 g/l + Siprokonazol 50 g/l
  2. Trisiklazol 75%
  3. Azoksistrobin 75 g/l + Propikonazol 125 g/l
  4. Edifenfos 307 g/l
  5. Dipenokonazol 125 g/l + Propikonazol 125 g/l
  6. Hexakonazol 50 g/l atau
  7. Benomil 50%


Fungisida berjenis racun kontak PUANMUR 50 SP dengan bahan aktif asam khloro bromo iso sianurik 50% dapat mengendalikan penyakit hawar pelepah (Xanthomonas oryzae), blast (Pyricularia grisea), hawar daun (Xanthomonas campestris), bercak daun (Cercospora oryzae), busuk pelepah (Rhizoctonia solani)
Lanjut membaca

Publicar un comentario

0 Comentarios