Meningkatkan Kualitas Tanaman Dan Bobot Buah Melon

Budidaya
data:post.title

Melon dapat beradaftasi dengan baik di wilayah indonesia dan bisa di tanam sepanjang tahun. Tanaman melon dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 200 - 900 m dpl. Syarat tumbuh meliputi kondisi tanah, iklim dan ketinggian tempat. Jenis tanah yang baik berupa tanah liat berpasir, gembur, dan memiliki banyak Unsur hara berupa N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Br, Mn dan Zn.

Tanaman memerlukan persyaratan tumbuh agar dapat berproduksi secara optimum dan dapat menghasilkan buah dengan kualitas baik. Melon yang ditanam pada dataran medium akan memiliki kualitas dan tekstur yang lebih baik, daging buah tebal dengan rongga buah kecil dengan rasa yang lebih manis. Pada dasarnya semua tanaman membutuhkan penyinaran matahari penuh 10 hingga 12 jam dengan suhu ideal sekitar 28°c. Derajat ke asaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman ini berkisar 6 - 6,8. Pemberian kapur pertanian penting di lakukan ketika pH tanah di bawah 5.

Gunakan benih yang berkualitas baik atau F1 Hibrid. Sebelum penyemaian, lakukan Perlakuan Benih dengan cara merendamnya terlebih dahulu selama kurang lebih 6 – 24 jam. Setelah biji berkecambah, masukkan benih dengan posisi tegak pada kantong-kantong plastik yang telah terisi campuran tanah dan pupuk kandang yang telah matang, atau dengan Kompos dengan perbandingan 1:1.

Siram bibit dipersemaian setiap pagi dan sore hari agar media tetap terjaga kelembabannya. Pemupukan ketika dipersemaian penting dilakukan menggunakan pupuk daun dengan konsentrasi 0,5 ml/gr per liter, agar pertumbuhan tanaman sehat dan optimal. Pemberian fungisida ataupun insektisida harus dilakukan jika itu di anggap perlu.

Bibit dipindah tanamkan ketika sudah berdaun 3 - 5 helai. Jarak tanam tanaman melon 50 - 100 cm. Panjang bedengan yang ideal adalah 12 meter, di antara bedengan dibuat parit lebar 50 - 70 cm dengan kedalaman 30 cm.

Setelah tinggi tanaman mencapai 50 cm, ketika sulur-sulur mulai tumbuh, pasangkan penyangga (ajir) horizontal dan vertikal sebagai media tumbuh tanaman melon untuk merambat. Tinggi ajir sekitar 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bambu yang sekiranya akan mampu untuk menahan beban buah +  2-3 kg. Setiap 1 minggu sekali batang yang merambat harus di arahkan pada lanjaran dan ikat menggunakan tali rafia. Panjang batang melon yang ideal sekitar 25 ruas, dan pucuk yang tumbuh diatas ruas ke 25 harus rutin dipangkas/dibuang.

Pupuk susulan diberikan setelah pemupukan dasar, atau ketika tanaman umur 14 HST interval maksimal dua minggu sekali, dengan menyebarkan pupuk disekitar perakaran atau dengan cara pengocoran.

Pangkas tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. Pemangkasan ini dilakukan ketika tunas-tunas mulai tumbuh pada ketiak tanaman dan pucuk daun setelah ruas ke 20, atau tinggi tanaman telah mencapai sekitar 2 meter. Lakukan pemangkasan 10 hari sekali dimulai pada cabang yang dekat dengan tanah dengan menyisakan 2 helai daun. Hentikan pemangkasan jika tanaman sudah mempunyai 20 atau 25 ruas. Bunga betina yang akan menjadi buah produktif tumbuh pada cabang-cabang tanaman, sedangkan untuk bunga jantan umumnya akan tumbuh pada ketiak daun. Dan bakal buah yang dipelihara adalah yang tumbuh dari ruas ke 7 - 13. Melon dapat dipanen pada saat berumur 80 - 100 hari setelah penanaman atau tergantung dari varietas yang ditanam.

Penanggulangan hama dan penyakit pada tanaman melon

kutu daun, kutu kebul, trips palmi dan penggerek buah seringkali menjadi masalah dalam budidaya melon. Untuk mengendalikan hama diatas bisa meng-aplikasikan Insektisida berbahan aktif;
beta siflutrin, imidakloprid, deltametrin.

Penyakit pada tanaman melon diantaranya adalah; embun tepung, embun bulu, antraknosa, busuk batang. Untuk mengatasi penyakit khususnya pada tanaman melon, gunakan Fungisida berbahan aktif; Metil tiopanat, azoksistrobin, tebukonazol.

Untuk meningkatkan kualitas dan bobot buah, gunakan zat pengatur tumbuh berbahan aktif asam gibberelat 40 g/l. Lihat daftar merk dagang zpt disini
Lanjut membaca

Catat Ulasan

0 Ulasan