Selain disebabkan oleh virus dan jamur, kematian tanaman cengkeh sering terjadi akibat dari kekeringan, yang dapat menimpa tanaman berumur 1 - 4 tahun. Ketika musim kemarau, pemasangan mulsa dan Penyiraman Tanaman yang rutin dapat menghindari kematian pada tanaman cengkeh. Hama dan penyakit sering menjadi masalah ketika terkendala dalam hal penanganannya. Dibawah ini adalah hama dan penyakit yang sering ditemukan dan menyerang tanaman cengkeh muda hingga yang sudah produktif.
| Nama | Gejala | Pengendalian |
|---|---|---|
| Penggerek batang | akan menyerang tanaman cengkeh ketika tanaman mulai berbunga, berumur sekitar 4 – 8 tahun ke atas. Pada sebelah bawah batang keluar air kotor dan kayu gerekan yang menyerupai tahi gergaji. Penggerek batang cengkeh yaitu; Nothopeus hemipterus Oliv, Nothopeus fasciatipennis Watt, Hexamitodera semivelutina Hell dan Nothopeus hemipterus Oliv merupakan penggerek batang dan ranting, sedangkan Nothopeus fasciatipennis Watt Merupakan penggerek batang melingkar yang mempercepat kematian pohon karena yang dilingkari bukan hanya bagian kulit tetapi juga kambiumnya. Penggerek biasanya meletakkan telur pada celah-celah kulit batang dekat permukaan tanah. Telur-telur ini kemudian menetas timbul larva yang akan masuk ke dalam kulit batang kemudian membesar. | melakukan penutupan lubang dengan pasak bambu sepanjang ± 10 cm. Setiap 2 minggu sekali harus dipukuli ujungnya agar menutupi lubang rapat-rapat. Tiap lubang baru harus selalu diberi pasak. Bila tersedia, masukkan kapas yang telah dibasahi dengan insektisida Orthene 75 SP, Furadan 3G, Sidafur 3 GR, untuk mematikan penggerek di dalamnya. |
| Uret Melolontha | biasanya merusak kulit akar tunggang mulai dari permukaan tanah sampai beberapa cm ke dalam tanah, menyebabkan daun layu mendadak. Serangan uret pada tanaman cengkeh tidak menyebabkan kematian tanaman, tidak seperti serangan rayap. Kumbang dari ordo Coleoptera bertelur yang akan dimasukkan ke dalam tanah, larvanya akan hidup di dalam tanah dan merusak perakaran tanaman muda. | lakukan penyiraman insektisida / afval tembakau pada tiap-tiap pohon cengkeh, atau memasukkan insektisida ke dalam tubuh tanaman dengan cara Infus. |
| Rayap | pada umunya menyerang tanaman muda yang baru ditanam (2-3 tahun) dan tanaman-tanaman yang kurang sehat dan juga dipersemaian. Gejala serangan akan terlihat yaitu tanaman layu secara keseluruhan dan daun mengering, bila digali sampai 10 cm di bawah permukaan tanah akan tampak bekas serangan rayap. Serangan rayap merupakan serangan sekunder, serangan primer biasanya disebabkan pembusukkan akar seperti serangan jamur akar (Pythium atau Rhizoctonia), akibat tanah yang becek, dll. | sebelum bibit di pindah tanamkan, lubang tanam diberi afval tembakau atau menggunakan limbah rokok yang telah tercampur dengan cengkeh. Selain dapat mematikan rayap, debu afval tembakau mengandung nicotine dan minyak cengkeh yang akan menjadi humus. Insektisida Confidor 70 WG |
| Kutu Hijau | akan menghisap cairan pucuk-pucuk ranting cengkeh baik tanaman yang masih muda maupun yang sudah dewasa. Biasanya hidup bersimbiose dengan semut gramang karena kutu hijau mengeluarkan zat gula yang disenangi oleh semut dan kotoran dari semut tersebut menempel pada daun-daun yang menimbulkan penyakit embun jelaga yang mengganggu proses asimilasi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, bunganya kecil-kecil dan mudah rontok. | untuk menekan pertumbuhan kutu hijau, lestarikan musuh alami kumbang helm dan jamur Verticilum yang dapat. Pemakaian Pestisida ASM (Air Sabun Minyak) secara terus menerus dapat mematikan kutu hijau sehingga semut dan embun jelaga dapat dikendalikan. Pengendalian kutu hijau juga dapat dilakukan dengan pestisida kimia diazinon, sedangkan embun jelaga dapat disemprot dengan kapur sirih / kapur kembang (10 liter air dicampur dengan ¼ kg kapur). Gunakan insektisida Alika 247 ZC, Sevin 85 SC, Talstar 25 EC |
| Ulat Siwur | memakan pucuk dan daun muda cengkeh sampai tanaman gundul. | Penyemprotan insektisida secara rutin dapat menghentikan serangan. Pohon-pohon yang sudah terserang sebaiknya diberi ZPT + pupuk daun untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru. |
| Cendawan Pythium, Rhizoctonia, Phytopthora | menyebabkan busuk pada akar. Penyakit ini menyerang tanaman saat masih dipersemaian dan terkadang timbul diperkebunan cengkeh. Daun-daun yang terserang akan berwarna hijau kekuningan kemudian layu dan kering. Seringkali tanaman mati mendadak karena diikuti oleh serangan rayap. Rayap merupakan serangan sekunder dimana penyakit busuk akar yang menyebabkan tanaman lemah memudahkan rayap untuk menyerang. | dapat dihindari dengan membuat drainasi yang baik dan tidak menanam di tempat-tempat bekas serangan penyakit cendawan. Disarankan untuk menyemprotkan Fungisida Folicur 250 EC atau Primazol 250 EC sedini mungkin untuk menjaga tanaman tetap sehat dan tumbuh normal. |
| cendawan Exobasidium spec | sepintas seperti penyakit panu yang sulit untuk dikelupas tetapi cendawan Exobasidium spec mudah untuk dikelupas. Gejala yang di timbulkan adalah becak-becak berwarna putih kelabu yang menempel di atas kulit cabang/ranting. Bila sudah menutupi ketiak ranting, maka ranting mudah patah. Walaupun tampak hanya menempel pada cabang dan ranting namun akan menyebabkan kematian ranting-ranting kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan. | mengelupas/mengerik kulit yang terserang, bila serangan masih sedikit. Jika telah meluas perlu mempergunakan Fungisida sistemik. Atau semprot menggunakan larutan kapur kembang 2 % untuk cabang/ranting yang kecil. Sedangkan untuk untuk batang/cabang yang besar, lulur dengan larutan kapur kembang atau kapur tembok 5 %. |
| Penyakit Mati Bujang / Mati Gadis | jatuhnya daun mulai dari puncak kemudian meluas ke bawah pohon yang mengakibatkan tajuk menjadi hampir gundul, sisa daun yang tertinggal berwarna hijau suram, menguning dan banyak yang layu. | Penyakit mati bujang / mati gadis dapat dihindari dengan memilih tanah yang cocok yaitu yang berstruktur baik (gembur) dalamnya sampai beberapa meter, tidak berpadas dan/atau berlapis tanah liat, bukan tanah pasir / berpasir yang mudah kehilangan air. Tanaman yang belum lanjut terserang dapat ditolong dengan membuat rorak sedalam 1 meter atau lebih dengan jarak 6 – 8 meter dari batang atau membuat saluran memanjang menurut kontur tanah dengan ukuran lebar 1,5 m dan dalam 1,5 m. Tanah disekitar batang digemburkan dan diberi pupuk organik. Pemakaian pupuk anorganik hanya diberikan bila pohon sudah sembuh. |
| Penyakit Mati Ranting (Die Back) | daun berwarna kekuning-kuningan, tampak layu kemudian berguguran sehingga ujung ranting tampak gundul. Kematian daun dan ranting mulai dari ujung ranting di bawah puncak pohon terus menjalar sampai ke batang. | Kekurangan unsur hara adalah penyebab utama setelah dilakukannya panen raya. Menjelang panen raya pada bulan januari – februari sudah dapat dilihat dari kelebatan bakal bunga, pemupukan NPK dan pupuk organik harus diberikan paling lambat sampai bulan Maret. Untuk mempercepat keluarnya serung baru setelah habis pemetikan, Sebulan sebelum panen perlu diberi pupuk berkadar N tinggi. Ditengah-tengah musim panen pohon-pohon yang lebat perlu diberi pupuk daun seminggu sekali. |
| Becak daun | akibat serangan cendawan Gloeosporium, akan nampak becak-becak berwarna kuning coklat pada daun agak tua. Serangan biasanya timbul dan meluas setelah angin kencang. Dan becak daun dari serangan cendawan Cylindrocladium akan timbul bercak berwarna merah atau merah kecokelatan, dengan bagian tengahnya berwarna putih dan pinggir becak berwarna merah. Serangan ini biasanya pada musim penghujan. Serangan Cylindrocladium akan lebih cepat jika dibandingkan dengan serangan Gloeosporium. Daun yang telah terserang Cylindrocladium lebih mudah diserang oleh Gloeosporium. | Untuk mengurangi dampak tersebut, pangkas pohon peneduh pada musim hujan agar tanaman cengkeh mendapat sinar matahari, dan pemberian pupuk NPK yang memiliki unsur K lebih tinggi. |
| cendawan akar Garnoderma sp (Akar Merah), Rosellinia sp dan Fomes lignosus | Pada umur 3-5 tahun biasanya tampak gejala mati ranting. | tidak menanam di tempat bekas serangan penyakit cendawan. Sebelum penanaman bibit perlu sterilisasi dengan cara membuat saluran isolasi sedalam 1- 1,5 m kemudian tempat penanaman dibuat lubang diberi kapur dan didiamkan selama 1 tahun untuk mematikan spora jamur yang tertinggal. Gunakan pupuk organik yang dicampur dengan Jamur Tricoderma sp untuk mengendalikan serangan penyakit jamur akar. Perakaran yang tertimbun tanah terlalu dalam (lebih dari 5 cm) akan menyebabkan kondisi lingkungan anaerob dalam tanah maka akan timbul gas beracun bagi tanaman seperti CO, SO2 yang menyebabkan busuk pada akar. Untuk mengatasi hal tersebut ialah dengan cara mengeruk tanah timbunan sampai tampak perakaran halus, tanah timbunan yang liat dijauhkan dari pohon kemudian tanah disekitar batang digemburkan diberi pupuk organik, bila telah tampak sehat dan sudah kembali normal bisa diberi pupuk anorganik. Perakaran yang tidak dapat menembus lapisan padas, tanah liat atau tanah berwarna kuning (yellow podsolic). Disarankan supaya tidak menanam pada tanah yang tidak dapat ditembus akar tanaman. |
Lanjut membaca

Đăng nhận xét
0 Nhận xét