Peran Penting Mikroorganisme Tanah

Mikro Organisme
data:post.title
Biota tanah membentuk sistem berdasarkan energi dan nutrisi yang dihasilkan dari proses dekomposisi tumbuhan dan hewan. Pada permukaan maupun didalam tanah terdapat mikroorganisme dalam jumlah yang banyak. Mikroorganisme mendetoksifikasi zat berbahaya dalam lingkungan tanah, Biota tanah membentuk sistem berdasarkan energi dan nutrisi yang dihasilkan dari proses dekomposisi tumbuhan dan hewan.

Cacing tanah

berperan langsung dalam tanah sehingga dapat memperpanjang fungsi bahan organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Hara bebas yang tidak dimanfaatkan oleh akar tanaman dapat dimanfaatkan oleh mikroorganisme autotrof, sehingga dapat terhindar dari pencucian. Organisme tanah heterotrof seperti fauna, fungi, dan sebagian bakteri tanah dapat memperpanjang daur energi dan hara dari bahan organik yang secara bertahap akan dilepaskan kembali ke dalam tanah untuk dimanfaatkan oleh organisme lainnya, termasuk tanaman. Fauna tanah juga dapat memperbaiki aerasi tanah, menekan erosi pada tanah.

Keberadaan jenis organisme cukup memadai namun secara fungsional belum seluruhnya mampu mendukung kebutuhan produksi pertanian, sehingga perlu pengkayaan/inokulasi organisme dari luar (pupuk hayati). Bila populasi mikro organisme tidak mencukupi, maka yang perlu ditingkatkan adalah pemupukan. Begitu juga bila jenis organisme fungsional belum tersedia, yang harus dilakukan adalah inokulasi dengan menggunakan pupuk organik.

Gangguan lingkungan yang disebabkan dari pengolahan lahan dengan cara pembakaran dan aplikasi Herbisida, kelompok yang memiliki mobilitas tinggi (terbang) akan segera bermigrasi ketempat lain, sedangkan yang tidak memiliki mobilitas maka akan mati. Kegiatan pembakaran lahan selain berdampak menurunkan populasi fauna tanah juga dapat menurunkan kandungan bahan organik tanah.

Cacing tanah
dapat ditemukan pada tanah masam hingga basa yang mempunyai peranan penting dalam memperbaiki sifat fisik tanah. Cacing mampu menghancurkan lapisan tanah bawah yang padat dengan lapisan atas. Keberadaan cacing menunjukkan tingkat kesuburan tanah, sehingga dapat digunakan sebagai Indikator kesuburan tanah. Keberadaan cacing mampu mengolah dan dapat memperbaiki agregat dan aerasi tanah dan tidak merusak akar tanaman.

Jenis-jenis cacing tanah dapat ditemukan pada tanah bertekstur halus, dan jarang ditemukan pada tanah berpasir. Dan pada umumnya cacing tanah ini hidup pada pH antara 4,5 – 6,6, tetapi pada tanah dengan kandungan bahan organik tinggi mampu berkembang biak pada pH 3,0.

Cacing tanah dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu:

1. Geofagus : pemakan tanah
2. Limifagus : pemakan tanah subur (mud) atau tanah basah.
3. Litter feeder : pemakan bahan organik (sampah, kompos, dan pupuk hijau).

Cacing tanah mampu melakukan penggalian liang sampai mencapai lebih dari permukaan menyebabkan laju aliran permukaan dan erosi tanah berkurang. Dengan adanya penggemburan tanah oleh cacing dapat menambah kapasitas tanah mengikat air yang selanjutnya mengurangi erosi, aliran permukaan (run off), pencucian hara, menjaga kelembaban tanah serta dapat menyeimbangkan suhu dalam tanah.

Liang–liang yang dibuat oleh cacing dapat memperbaiki aerasi tanah, aktivitas respirasi akar tanaman maupun organisme aerobik tetap berlangsung dengan baik.

Beberapa mikroorganisme lain dan aktivitasnya pada tanah dapat dilihat pada tabel dibawah ini;

NamaAktifitas
ArthropodaSpesies lain dari organisme tanah yang dapat dilihat diantaranya; keong, siput, milipeda, sentipeda, sowbugs, springtail. Mereka berperan dalam memakan dan mencabik partikel residu tanaman dan hewan yang berukuran besar. Residu-residu yang dibenamkan di dalam tanah akan membawanya melakukan kontak dengan organisme tanah yang lain. Beberapa kelompok organisme ini juga menjadi mangsa organisme tanah yang lain, dan yang lebih kecil. Springtail merupakan jenis serangga yang berukuran kecil yang makan fungi. Limbah mereka kaya akan unsur hara tanaman yang dilepaskan setelah fungi dan bakteri lain mendekomposisinya. Selain itu kumbang juga mempunyai peran dalam siklus hara dan mengurangi parasit di dalam usus ternak dan lalat
BakteriJenis organisme terbanyak pada tanah adalah "Bakteri". Setiap gram tanah mengandung paling sedikit satu juta organisme berukuran sangat kecil ini. Terdapat banyak spesies bakteri yang berbeda, tiap-tiap spesies mempunyai peranan sendiri-sendiri di dalam lingkungan tanah. Satu dari manfaat utama bakteri yang diberikan untuk tanaman adalah dalam membuat hara tersedia bagi tanaman. Beberapa spesies melepaskan N, S, dan P, dan unsur mikro dari bahan organik. Spesies yang lain dapat menguraikan mineral tanah, melepaskan unsur K, P, Mg, Ca, dan Fe. Spesies yang lain lagi membuat dan melepaskan zat pengatur tumbuh tanaman, yang merangsang pertumbuhan akar. Beberapa spesies bakteri mengubah N dalam bentuk gas di udara membentuk N tersedia bagi tanaman dan dari bentuk ini dapat diubah kembali menjadi bentuk gas. Sebagian kecil spesies bakteri mengikat N dalam akar legum sedangkan yang lain mengikat N secara bebas. Bakteri bertanggung jawab dalam proses perubahan N dari Amonium menjadi Nitrat dan kembali lagi bergantung pada kondisi tanah. Manfaat yang lain bagi tanaman yang diberikan oleh bakteri adalah meningkatkan kelarutan hara, memperbaiki struktur tanah, membunuh penyakit akar tanaman, dan mendetoksifikasi tanah
FungiBeberapa fungi menghasilkan hormon tanaman, sedangkan yang lain menghasilkan antibiotik termasuk penisilin. Ada spesies fungi yang dapat menjadi penangkap nematoda parasit yang berbahaya bagi tanaman. Kebanyakan fungi membantu tanaman dengan cara menguraikan bahan organik atau melepaskan hara dari mineral tanah. Fungi terdapat dalam berbagai spesies, ukuran, dan bentuk dalam tanah. Beberapa spesies berada dalam bentuk koloni yang menyerupai benang, sementara yang lain ada yang dikenal sebagai yeast (ragi). Fungi biasanya cepat membentuk koloni pada bahan organik yang berukuran besar dan memulai proses dekomposisi
MikorizaMikoriza meningkatkan serapan air dan hara tanaman terutama fosfor. mikro organisme ini merupakan fungi yang hidup baik di dalam akar ataupun permukaan akar tanaman, dan bertindak sebagai rambut-rambut akar dalam tanah. Akar-akar yang dikoloni oleh mikoriza menghasilkan hormon dan antibiotik, yang akan meningkatkan pertumbuhan akar dan memberikan penekanan terhadap penyakit tanaman. Manfaat Fungi dari asosiasi tanaman dengan mengambil hara dan karbohidrat dari akar tanaman dimana mereka hidup di dalamnya
AktinomisetSeperti halnya bakteri, Aktinomiset membantu mendekomposisi bahan organik menjadi humus, serta melepaskan hara. Bakteri ini membentuk benang-benang menyerupai fungi. Walaupun tidak sebanyak bakteri, mereka berperan penting dalam tanah. Mereka menghasilkan antibiotik yang dapat membunuh penyakit akar. Banyak antibiotik ini digunakan untuk pengobatan penyakit manusia. Aktinomiset membuat tanah terasa manis dan berbau tanah ketika tanah aktif secara biologi dilakukan pengolahan tanah
GanggangGanggag memperbaiki struktur tanah dengan memproduksi zat yang berlumpur yang merekatkan partikel-partikel tanah menjadi agregat yang stabil terhadap air. Beberapa spesies Ganggang dapat mengikat Nitrogen sendiri, yang kemudian dilepaskan ke akar-akar tanaman. Tidak seperti organisme tanah yang lain, Ganggag menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis. Berbagai spesies ganggang hidup di bagian permukaan lapisan tanah atas kira-kira hingga kedalaman 2 cm. Mereka muncul sebagai suatu lapisan kehijauan di atas permukaan tanah ketika hujan deras menjenuhi permukaan tanah
ProtozoaBanyak protozoa tanah sebagai predator, yang memakan mikroba lainnya. Protozoa merupakan mikroorganisme yang hidup bebas yang bergerak merayap atau berenang di dalam air di antara partikel-partikel tanah. Salah satu yang paling umum adalah amoeba yang makan bakteri. Dengan memakan dan mencerna bakteri, protozoa mempercepat siklus N dari bakteri, membuat Nitrogen lebih stabil bagi tanaman
NematodaSeperti predator tanah yang lain, nematoda mempercepat laju siklus hara. Pada umumnya jumlah nematoda melimpah di dalam tanah, dan hanya sebagian kecil spesies berbahaya bagi tanaman. Spesies yang tidak berbahaya akan memakan seresah-seresah yang melapuk, bakteri, fungi, ganggang, protozoa, dan nematoda yang lain
Lanjut membaca

張貼留言

0 留言