Cara Budidaya Tanaman Yang Baik

Budidaya
data:post.title

Pertanian, yang meliputi tanaman pangan, sayur dan buah-buahan dll selalu dihadapkan dengan berbagai kendala, yaitu; faktor cuaca, hama dan penyakit. Kerusakan pada tanaman tidak 100% disebabkan oleh serangan hama dan penyakit, akan tetapi dampak dari kekurangan Unsur hara akan mengakibatkan tanaman merana dan tidak produktif. Keberhasilan budidaya pertanian tidak lepas dari Perlakuan Benih, perawatan, teknik budidaya, mekanisme, pengolahan tanah, Pemupukan unsur hara Makro begitu juga unsur Mikro.

Budidaya tanaman di awali dengan pengolahan tanah yang baik, penggunaan bibit/benih F1, jarak tanam yang tepat, penyiangan, pembumbunan, pemupukan (akar dan daun), pengendalian hama dan penyakit tepat waktu, tepat guna dan sasaran. Teknik penanaman yang harus diperbaiki diantaranya adalah jarak tanam (kerapatan tanaman), karena dengan menggunakan jarak tanam yang ideal akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil panen. Disamping dari menggunakan jarak tanam yang baik, unsur makro dan mikro harus terpenuhi agar tanaman tumbuh berkembang dengan optimal. Begitu juga dengan pengendalian hama penyakit harus berdasarkan analisa awal yang tepat. Untuk mengantipasi serangan hama dan penyakit pada tanaman, pemberian insektisida, fungisida, akarisida, begitu juga bakterisida dilakukan ketika tanaman berumur 2 MST (dosis disesuaikan dengan fase pertumbuhan). Setelah tanaman berumur 4 MST, fungisida racun sistemik diberikan dengan dosis setengah dari tanaman dewasa. Pemberian pupuk melalui akar dilakukan 10 - 14 HST, menggunakan pupuk majemuk unsur N,P,K,Ca,Mg,S (untuk fase vegetatif, disarankan menggunakan pupuk berkadar N tinggi). Untuk memacu pertumbuhan, pemberian PPC (pupuk pelengkap cair) + zat pengatur tumbuh dilakukan secara rutin interval 14 hari sekali dimulai dari umur 14 HST.

Perempelan daun tua ataupun tunas yang tumbuh pada ketiak-ketiak rutin dilakukan setiap 10 hari sekali. Pemberian ZPT (zat pengatur tumbuh) + PPC setelah perempelan, akan merangsang tunas-tunas baru dan pembungaan serentak pada fase generatif. Kelembaban media tanam harus tetap terjaga di berbagai fase pertumbuhan, agar tanaman tetap optimal menghisap unsur hara yang berada disekitar perakaran. Ketika media tanam mengeras atau padat, penggemburan disekitar perakaran harus dilakukan agar pergerakan akar dan sirkulasi udara tetap optimal, dan menghindari genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan pada akar. Begitu juga dengan penimbunan disekitar perakaran, untuk melindungi akar dari teriknya sinar matahari.
Lanjut membaca

Đăng nhận xét

0 Nhận xét