Perkebunan apel yang berskala cukup besar mempunyai resiko tinggi dalam menghadapi serangan berbagai macam serangga dan juga penyakit tanaman. Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh hama tanaman yang diantaranya adalah Kutu sisik, dapat mengakibatkan gagal panen bahkan tanaman mati. Kutu sisik ini family dari Diaspididae, yaitu keluarga serangga terbesar yang lebih dari 2650 spesies, dan disebut pula sebagai serangga lapis baja. Kutu sisik akan mengeluarkan toksin ketika memakan/menusuk tanaman. Mereka akan menyerang daun, ranting begitu juga buah. Pada bagian bawah daun dan sepanjang tulang-tulang daun adalah tempat dimana kutu sisik berada. Daun yang terserang akan berwarna kuning terdapat bercak-bercak klorotis yang seringkali membuat daun menjadi gugur. Pada serangan berat akan mengakibatkan ranting dan cabang menjadi kering dan terjadi retakan pada kulit mengeluarkan blendok. Jika serangan terjadi di sekeliling pangkal buah, akan menyebabkan buah berguguran. Buah yang terserang berkualitas buruk, karena kotor dan bila dibersihkan akan meninggalkan bercak-bercak hijau atau kuning pada kulit buah. Tanaman yang terserang berat akan menunjukkan gejala seperti kekurangan air, daun berwarna kuning, rontok, ranting dan tunas mati. Daun dan buah yang terserang akan menunjukkan warna kuning (halo) disekitar populasi kutu sisik. Beberapa jenis Kutu sisik dapat mengakibatkan tanaman mati. DIPHO 290 SL (dimehipo : 290 g/l)
Bercak daun
Kondisi lingkungan akan mempengaruhi perkembangan penyakit bercak daun pada tanaman apel, yang di sebabkan oleh jamur Marssonina coronaria. Gejala yang terlihat diawali dengan adanya bercak tidak teratur berwarna cokelat kehitaman. Pada permukaan daun akan nampak titik hitam dimulai dari daun tua. Jika jamur patogen tidak tertangani dengan baik, maka tahap selanjutnya akan menyerang daun-daun muda hingga daun menjadi kering dan berguguran, dan juga akan menginfeksi ranting tanaman.Busuk buah
Penyakit mata ayam (busuk buah) disebabkan oleh jamur Gloeosporium sp. yang seringkali menyerang buah berumur 3 - 4 bulan. Sinar matahari langsung akan menghambat terjadinya penyakit busuk buah, karena tidak mendukung tumbuh dan berkembangnya spora jamur. Lapisan kutikula maupun lapisan lilin pada daun tanaman mempengaruhi pergerakan air yang menempel pada permukaan epidermis daun, karena lapisan lilin dapat mencegah permukaan daun kontak dengan air. Keberadaan kedua lapisan ini akan mempersulit infeksi jamur untuk menembus lapisan epidermis. Pencegahan dilakukan dengan menyemprot tanaman menggunakan fungisida INGROFOL 50 WP (kaptan : 50 %), KUPROXAT 345 SC (tembaga oksi sulfat : 345 g/l).| Sasaran | Pestisida | Bahan aktif |
|---|---|---|
| jamur Pestalotia sp. | DACONIL 75 WP | klorotalonil : 75 % |
| Embun tepung (Podosphaera leucotricha), (Oidium sp.) | ADRIFT 125 EC
INGROFOL 50 WP BENLOX 50 WP BAYFIDAN 250 EC ANVIL 50 SC TRIVIA 73 WP SULTRICOB 93 WP RINGO 200 SC NATIVO 75 WG TOPSIN 500 SC ALTO 100 SL NIMROD 250 EC RUBIGAN 120 EC CABRIOTOP 60 WG Fungisida sistemik, protektif dan zat pengatur tumbuh tanaman. |
miklobutanil 125 g/l
kaptan : 50 % benomil : 50 % triadimenol : 250,7 g/l heksakonazol : 50 g/l propineb : 66,7 % + fluopikolid : 6 % tembaga oksi sulfat : 92,6 % metominostrobin : 200 g/l tebukonazol : 50 % metil tiofanat : 500 g/l siprokonazol : 100 g/l bupirimat : 250 g/l fenarimol : 120 g/l metiram : 55 % + piraklostrobin : 5 % |
| Ulat grayak (Spodoptera litura) | DECIS 25 EC
BULDOK 25 EC |
deltametrin : 25 g/l
beta siflutrin : 25 g/l |
| Bercak daun (Marssonina coronaria) | TRIVIA 73 WP
PROMEFON 250 EC DOMARK 100 EC SYSTHANE 40 WP |
propineb : 66,7 % + fluopikolid : 6 %
triadimefon : 250 g/l tetrakonazol : 106 g/l mikobutanil : 40 % |
| Tungau (Panonychus ulmi), (Tetranychus sp.) | OMITE 570 EC / ANTIMIT 570 EC
TALSTAR 25 EC PROPAR 50 EC ORTUS 50 SC MITISUN 570 EC MIRAZ 200 EC |
propargit : 570 g/l
bifentrin : 25 g/l fenpropatrin : 51,75 g/l fenpiroksimat : 50 g/l propargit : 570 g/l amitraz : 200 g/l |
| Hama Aphid sp | PEGASUS 500 SC | diafentiuron : 500 g/l |
| Hama trips (Thrips sp.) | MOVENTO ENERGY 240 SC
CURBIX 100 SC |
imidakloprid : 120 g/l + spirotetramat : 120 g/l
etiprol : 100 g/l |
| Kutu daun (Myzus persicae), (Aphis sp) | ROTRAZ 200 EC
KANON 400 EC |
amitraz : 200 g/l
dimetoat : 400 g/l |
| Nama | Fungsi | Merk dagang |
|---|---|---|
| Zat Pengatur Tumbuh | Memacu pembentukan warna kulit buah. | BRIGGS 480 SL (etefon : 480 g/l) |
| - | Meningkatkan jumlah dan bobot buah. | DEKAMON 22,43 L (natrium 2,4 dinitrofenol : 1,73 g/l + natrium 5 nitoguaiakol : 3,45 g/l + natrium orto nitrofenol : 6,90 g/l + natrium para nitrofenol : 10,35 g/l) |
| - | Meningkatkan lingkar buah, hasil dan komponen hasil buah. | INDUCER 10 SL (sitokinin : 10 g/l) |
| - | Meningkatkan persentase kuncup pecah, berat buah per pohon dan pertumbuhan vegetatif tanaman. | DORMEX 520 SL (hidrogen sianamida : 520 g/l) |
| - | Memerahkan, memperbaiki rasa, aroma serta mempercepat masaknya buah. | ETHREL 480 SL(etefon : 480 g/l) |
Lanjut membaca
張貼留言
0 留言