Pisang merupakan sumber makanan setelah padi, gandum dan jagung, namun hingga saat ini pertanaman pisang di Indonesia belum dikelola secara intensif. Kendala utama dalam budidaya tanaman pisang adalah penyakit "Sigatoka Hitam". Begitu juga penyakit speckle daun pisang yang disebabkan oleh Cladosporium musae Mason, yang dapat menyebabkan terjadinya defoliasi daun yang berat. Pada intensitas serangan yang berat, seluruh daun yang terserang akan mengering dan mati.
Dampak yang ditimbulkan oleh speckle daun adalah; akan memperpendek umur daun, dan daun tanaman yang terserang akan cepat menua dan kering. Tanaman pisang yang tanpa aplikasi fungisida, serangan penyakit ini akan mempercepat munculnya daun-daun baru sehingga siklus hidup tanaman akan semakin pendek. Hal ini terjadi karena efek dari percepatan waktu berbunga maupun dalam proses penuaan buah. Akibat dari terjadinya proses tersebut maka jumlah, bobot dan kualitas buah menurun.
Gejala serangan speckle ini; munculnya bintik-bintik nekrosis pada permukaan daun. Bintik-bintik nekrosis tersebut bergabung membentuk bercak bergaris berwarna ungu kehitaman, Kemudian mulai terjadi kematian jaringan daun yang terinfeksi. Lebih lanjut, jaringan daun yang mati makin melebar di sekitar pusat infeksi.
Varietas dari tanaman pisang pada umumnya peka terhadap penyakit bercak daun dan terutama penyakit Sigatoka Hitam, namun di beberapa daerah di Indonesia varietas tanaman pisang seperti pisang Batu, Raja, Siem, Tanduk dan Ambon relatif tahan terhadap penyakit ini. Untuk meminimalisir penyebaran penyakit pada tanaman pisang, pemangkasan dan pemusnahan daun-daun tua ataupun daun yang terserang penyakit harus rutin dilakukan max 2 minggu 1 kali. Adapun beberapa bahan aktif maupun merk dagang Fungisida yang dapat digunakan untuk menanggulangi penyakit pada tanaman pisang, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
| Sasaran | Bahan aktif | Merk dagang |
|---|---|---|
| sigatoka (Mycosphaerella musicola) | heksakonazol : 50 g/l klorotalonil : 500 g/l |
ANVIL 50 SC DACONIL 500 SC |
| layu bakteri (Pseudomonas solanacearum) | dazomet : 98 % | BASAMID 98 GR |
| nematoda bengkak akar (Meloidogyne spp.) | karbosulfan : 5 % | MARSHAL 5 GR |
| busuk buah (Fusarium spp.), busuk ujung buah (Verticilium sp.) | imazalil : 500 g/l | MAZZA 500 EC |
| nematoda (Meloidogyne spp.), (Radopholus similis), (Helicotylenchus spp..) | kadusafos : 10 % | RUGBY 10 GR |
| memperbaiki rasa dan aroma serta mempercepat masaknya buah | etefon : 480 g/l | ETHREL 480 SL |
Lanjut membaca

張貼留言
0 留言