Sebagai komponen utama dalam sistem produksi pertanian, kualitas benih yang digunakan menentukan nilai ekonomi yang akan didapat. Benih berhubungan erat dengan berkembangnya suatu penyakit atau bakteri patogen pada tanaman. Berbagai jenis bakteri, nematoda dan virus dapat terbawa oleh benih. Sebagai upaya untuk pencegahan penyakit yang terbawa benih ini, pengujian kesehatan benih sebelum tanam harus dilakukan.
Penyakit yang seringkali menginfeksi pertanaman kentang di antaranya adalah: Meloidogyne sp., Alternaria solani, Pseudomonas solanacearum, Fusarium oxysporum dan Phytopthora infestans yang berperan sebagai penyakit utama pada tanaman kentang.
Phytopthora infestans (hawar/busuk daun)
Jamur patogen Phytophthora infestans (late blight) adalah jamur ganas yang berdampak terjadinya busuk daun (lodoh) yang dapat menurunkan sentra produksi pertanian kentang. Selain dari tanaman kentang, patogen ini menyerang tanaman lain, seperti; tomat, paprika, terung, cabai dan famili solanaceae lainnya. Pada umumnya penyakit busuk daun pada tanaman kentang terjadi setelah berumur 5 – 6 MST.Nematoda bintil akar (Meloidogyne sp.)
Adalah nematoda parasitik tanaman termasuk dalam ordothylenchida dan dorylaimida, yang terdiri atas dua kelas yaitu Secernenta (Phasmidia) dan Adenophorea (Aphasmidia). Penyerangan oleh Meloidogyne spp. dimulai dengan masuknya nematoda kedalam akar tumbuhan melalui bagian-bagian epidermis yang terletak dekat tudung akar. Tanaman yang terserang nematoda ini akan menimbulkan gejala terutama pada akar yang disertai dengan munculnya gejala pada bagian atas tanaman berupa gejala tanaman kerdil, daun menguning, dan layu yang berlebih ketika dalam cuaca panas. Puru akar merupakan ciri khas dari serangan nematoda Meloidogyne spp. Selanjutnya akar yang terserang akan mati yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat. Pengendalian nematoda dapat dilakukan dengan berbagai cara, mis. membajak tanah agar nematoda yang berada pada lapisan dalam akan naik kepermukaan tanah, sehingga terjadi pengeringan oleh terik panas matahari. Pengendalian dilakukan dengan penggunaan nematisida.Layu bakteri (Ralstonia solanacearun).
Bakteri ini termasuk kelompok tular tanah (melalui tanah), air dan bibit tanaman. Ralstonia solanacearun dapat menyerang 150 jenis tanaman, baik tanaman hias maupun tanaman yang lain, seperti; cabai, tomat, kacang tanah, jahe, pisang, terung, kentang dan tembakau.Bercak kering (Alternaria solani).
Alternaria solani (early blight) merupakan salah satu jamur patogen yang menyerang tanaman kentang, tomat, terung, bawang daun, dan juga cabai.Pengendalian penyakit
| Tanaman | Patogen | Pengendalian |
|---|---|---|
| Kentang | Hawar / Busuk daun (Phytopthora infestans) | Acrobat 50 WP, Adjust 240 EC, Ambro 8/64 WP, Cozene 70/10 WP, Maincop 50 WP, Stadio-M 4/65 WG |
| - | Bintil akar (Meloidogyne sp.) | BASAMID 98 GR
(dazomet : 98 %) Nematisida, Fungisida + Insektisida FURADAN 3 GR (karbofuran : 3 %) Insektisida dan nematisida sistemik, racun kontak + lambung |
| - | Layu bakteri (Ralstonia solanacearun) | PLANTOMYCIN 7 SP
(streptomisin sulfat : 6,41 %) Bakterisida sistemik |
| - | Bercak kering (Alternaria solani) | Bakhita 307 EC, Cabrio 250 EC, Revus Opti 440 SC, Daconil Plus 60/20 WP |
Lanjut membaca

Publicar un comentario
0 Comentarios