Jamur Peronosclerospora sp. merupakan patogen yang dapat menyebabkan penyakit bulai pada tanaman jagung. Bila penyakit ini telah menyebar luas di area pertanaman jagung, dampak yang akan ditimbulkan dapat mengakibatkan hasil panen menurun drastis bahkan gagal panen (puso). Dengan demikian, pencegahan sedini mungkin harus dilakukan.
Seed treatment dengan menggunakan Fungisida jenis Racun sistemik dapat menghindari penyakit bulai (Peronoscerospora maydis). Namun, apabila Perlakuan Benih dengan Fungisida berbahan aktif yang sama dan digunakan dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan Resistensi, yang berdampak patogen akan semakin meningkat. Untuk menghindari resistensi patogen, selain dari fungisida berbahan aktif metalaksil (mis. Saromyl 35 SD - metalaksil 35%), Fungisida berbahan aktif dimetomorf (mis. Admit 50 WP - dimetomorf 50%) dapat digunakan dalam Perlakuan Benih.
Selain dari perlakuan Benih, guna menghasilkan tanaman sehat yang terbebas dari serangan hama dan penyakit, penyemprotan dengan menggunakan Racun sistemik harus dilakukan rutin. Tabel dibawah ini daftar Pestisida untuk mengendalikan penyakit atau (OPT) jagung.
| Nama | Sasaran | Penggunaan |
|---|---|---|
| Penyakit | bulai (Peronosclerospora maydis) | Trivia 73 WP (propineb 66,7 % + fluopikolid 6 %), Laxilon 35 SD (metalaksil 35 %) atau keduanya. Nargis 50 WP (dimetomorf 50 %), Infinito 687,5 SC (propamokarb hidroklirida 625 g/l + fluopikolid 62,5 g/l) atau keduanya. |
| - | hawar daun (Helmithosporium turcicum) | Nustar 400 EC (flusilazol 400 g/l) Delsene MX 80 WP (mankozeb 73,8 % + karbendazim 6,2 %) atau dengan keduanya. |
| - | busuk pelepah (Rhizoctonia solani) | Acapela System 280 SC (pikosistrobin 200 g/l + siprokonazol 80 g/l) |
| - | Busuk tongkol (Fusarium sp.) | Basamid 98 GR (dazomet 98 %) |
| - | busuk batang, bercak daun (Bipolaris maydis Syn.) | Fenprozole 500 EC (difenokonazol 250 g/l + propikonazol 250 g/l), Pemulus 80 WG (belerang 80 %) |
| - | karat daun (Puccinia polysora) | Cabrio Gold 183 SE (piraklostrobin 133 g/l + epoksikonazol 50 g/l), Nordox 86 WG (tembaga oksida 86,2 %) |
| - | bercak daun coklat (Helminthosporium sp.) | Amistartop 325 SC (azoxistrobin 200 g/l + difenokonazol 125 g/l) atau Daconil 75 WP (klorotalonil 75 %) |
| Hama | belalang, kutu daun, penggerek tongkol | Beta 15 EC, Balistic 50 SC atau Alika 247 SC |
| - | belalang, lalat bibit | Amcothene 76 SP, Cruiser 350 FS atau Amabas 500 EC |
| ZPT | Meningkatkan tinggi tanaman, lingkar tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol tanpa klobot, bobot biji pipilan/tongkol, bobot 100 butir. | Cabrio 250 EC (piraklostrobin 250 g/l) Fungisida protektif, kuratif dan zpt |
Lanjut membaca

Postar um comentário
0 Comentários