Teknik budidaya tanaman padi yang baik di awali dengan Perlakuan Benih, persemaian hingga tanaman siap untuk di panen. Dalam masa awal pertumbuhan hingga berbuah, pemeliharaan yang intensif perlu dilakukan dengan baik, meliputi Pemupukan dengan kandungan Unsur hara yang sesuai dengan fase pertumbuhan, dan penanggulangan hama maupun penyakit berdasarkan analisa awal yang tepat.
Perlakuan Benih perlu dilakukan sebelum benih disemai, bertujuan untuk menghindari patogen melalui tular benih. Pemupukan tanaman bertujuan untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan penting bagi tanaman, baik untuk proses pertumbuhan maupun produktifitasnya. Pemberian Pupuk yang tepat akan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan hasil yang akan di dapat. Tiga fase pertumbuhan tanaman padi di mulai dari fase vegetatif, generatif dan fase reproduktif hingga pematangan.
Dari sejak berkecambah sampai panen, tanaman padi memerlukan 3 hingga 6 bulan sampai tanaman padi dapat dipanen (tergantung varietas). Tanaman padi terdiri dari dua stadia pertumbuhan (vegetatif dan generatif), dan fase reproduktif selanjutnya adalah pra berbunga dan pasca berbunga. Apabila 50% bunga telah keluar maka pertanaman tersebut dianggap dalam fase pembungaan. Pada periode pasca berbunga ini disebut sebagai periode pemasakan.
Di kategorikan sebagai stadia masak susu, ketika tanaman padi masih berwarna hijau, akan tetapi malai sudah terkulai, dan bila gabah dipijit akan keluar cairan seperti susu. Stadia masak kuning ditandai dengan seluruh tanaman tampak menguning, apabila isi gabah dipijit akan keras namun mudah pecah. Sedangkan stadia masak penuh ditandai dengan buku-buku sebelah atas berwarna kuning, batang mulai mengering, gabah sulit pecah dan mudah rontok.
Pemupukan melalui akar :
Pada awal pertumbuhan (VEGETATIF) gunakan pupuk akar dengan kandungan Nitrogen tinggi (mis. pupuk kujang 32-6-8, Urea + Phonska perbandingan 3:1 atau ZA + Mutiara perbandingan 3:1). Ketika menjelang pembentukan malai (REPRODUKTIF) gunakan pupuk akar dengan unsur Phosfat tinggi, atau dengan pupuk berimbang 15-15-15 (agar lebih baik, mix antara pupuk Mutiara + Phonska perbandingan 1:1) hingga pembungaan. Untuk menghasilkan kualitas padi yang baik, pada saat bulir padi terbentuk sempurna sampai gabah matang (PEMATANGAN) pupuk berkadar Kalium tinggi (mis. pupuk KCL) harus diberikan. Namun, apabila pemupukan akar hanya diberikan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) musim, maka pupuk daun yang mempunyai unsur Phosfat dan Kalium tinggi perlu diberikan (mis. pupuk MKP + KNO di mix dengan perbandingan 1:1, semprotkan).
Pemupukan melalui daun :
Setelah Pemupukan akar pertama (14 HST) dari mulai pembentukan anakan aktif sampai dengan anakan maksimum, pupuk daun (mis. Mamigro N) harus di sertakan ketika akan melakukan penyemprotan. Begitu juga waktu inisiasi pembentukan malai, fase bunting dan fase pembungaan, gunakan pupuk daun berkadar Phosfat tinggi (mis. Mamigro P atau hasil mix pupuk MKP + KNO perbandingan 1:1).
Penanggulangan Hama :
Organisme Pengganggu Tanaman yang sulit dikendalikan pada tanaman padi diantaranya:
Keong mas (Pomaceae canaliculata L.) yang dapat dikendalikan dengan Moluskisida (mis. Abojo 60 WP dengan bahan aktif fentin asetat, Abuki 50 SL - imidakloprid 50 g/l).
sundep dan beluk, hama jenis ini dapat dikendalikan dengan Insektisida sistemik, racun kontak dan lambung (mis. Sanming 400 SL - monosultap 400 g/l). Insektisida tersebut juga mampu mengendalikan hama yang lain, diantaranya :
wereng coklat, wereng punggung putih, hama putih, penggerek batang, pelipat daun dan lalat daun. Hama di atas bisa juga dikendalikan dengan Insektisida berbahan aktif bisultap (mis. Agripo 290 SL - bisultap 290 g/l).
Penanggulangan Penyakit :
Hawar daun bakteri (HDB) adalah termasuk penyakit yang terbawa oleh benih (seedborne diseases). Dengan demikian, maka perlakuan Benih sebelum semai harus dilakukan. Untuk mengantisipasi penyakit ini dapat di aplikasikan Fungisida berbahan aktif pikosistrobin 200 g/l + siprokonazol 80 g/l (mis. Acapela System 280 SC). Fungisida sistemik, preventif dan kuratif tersebut dapat mengendalikan penyakit bercak daun (Cercospora oryzae), penyakit hawar pelepah
(Rhizoctonia solani), busuk batang (Helminthosporium oryzae), blas (Pyricularia oryzae).
Fungisida di bawah ini direkomendasikan untuk menanggulangi penyakit pada tanaman padi, diantaranya adalah :
Copcide 77 WP
(tembaga hidroksida 77%)Ditenol 250 EC
(difenokonazol 250 g/l)Flahser 250 SC
(azoksistrobin 250 g/l)Folicur 430 SC
(tebukonazol 430 g/l)Nordox 56 WP
(tembaga oksida)Untuk menghindari Resistensi, lakukan pergiliran bahan aktif Pestisida yang berbeda.
Lanjut membaca

发表评论
0 评论