Memutus Siklus Hama Penggerek Batang Padi

Penyemprotan
data:post.title

Pada umumnya penggerek batang padi dikenal dengan istilah sundep yang mengakibatkan anakan kerdil, begitu juga beluk yang berdampak pada gabah hampa. Family dari Pyralidae ini akan meletakan telurnya dibawah permukaan daun. Larva instar pertama akan muncul dari kelompok telur yang kemudian akan bergerak ke bawah dan mulai menggerek bagian antara upih daun dan batang. Serangan lebih lanjut, larva akan terus menggerek batang anakan utama, sedangkan larva yang lebih tua akan berpindah dari satu anakan ke anakan yang lain.

Hama penggerek batang mempunyai beberapa jenis, yaitu; penggerek batang padi kuning, putih, bergaris dan merah jambu. Penggerek batang dapat menyerang tanaman sejak fase bibit hingga pembentukan malai. Pada fase vegetatif, padi yang diserang sundep dapat dilihat dari gejala anakan yang kerdil, karena larva menyerang akar. Larva instar kedua adalah penggerek kuning batang padi, yang akan ditemukan mengapung dari satu anakan ke anakan yang lain pada daun yang menggulung seperti ulat hama putih. Penggerek putih maupun penggerek kuning akan terdapat dibagian batang yang paling dekat dengan tanah. Apabila pada waktu panen tidak dipotong hingga dekat dengan permukaan tanah maka pupa penggerek putih dan penggerek kuning akan tetap tinggal di dalamnya.

Ketika larva sudah masuk ke dalam batang, larva akan merusak pembuluh bagian dalam yang akan mengakibatkan matinya bagian atas tanaman. Dan bila bagian atas tanaman mulai mati, bagian ujung daun atau malai padi akan berubah menjadi kuning kemudian menjadi putih hampa, sedangkan daun akan berubah menjadi kuning kecoklatan. Daun-daun yang mati pada stadia vegetatif dinamakan sundep, sedangkan untuk kematian pada malai disebut beluk.

Malai hampa yang telah mati apabila ditarik dapat keluar dengan mudah, dan dalam batang akan terdapat hama penggerek yang tersebunyi dan tidak mungkin dapat terkendali hanya dengan insektisida berjenis kontak. Tanaman inangnya adalah jagung, tebu, gandum dan rumput-rumputan liar. Untuk mengendalikan hama ini, lakukan penyemprotan tanaman ketika masih dalam pembenihan menggunakan insektisida berbahan aktif bisultap (mis. AGRIPO 290 SL - bisultap : 290 g/l) atau E-TO 400 SL (dimehipo : 400 g/l), EVISET 50 SP (tiosiklam hidrogen oksalat : 50 %), TEAM 180 SL (profurit aminium : 180 %), dan ketika 28 HST gunakan inseksida sistemik berbahan aktif monosultap (mis. SANMING 400 SL - monosultap : 400 g/l) atau VIRTAKO 300 SC (tiametoksam : 200 g/l + klorantraniliprol : 100 g/l) atau juga REGENT 0,3 GR (fipronil : 0,3 %). Selain dari penggunaan insektisida, dapat pula dengan membuat perangkap menggunakan media yang diberi antraktan (mis. FERO-PBPK bahan aktif z-9-heksadesenal : 30 % + z-11-heksadesenal : 30 % + z-9-oktadesenal : 40 %) Sehingga ngengat dewasa akan terjebak masuk ke dalamnya. Untuk memutus siklus hama penggerek, ketika panen, potonglah rumpun padi serendah mungkin sampai dekat ke permukaaan tanah. Genangi persawahan selama beberapa hari, mengingat ulat masih berada didalam pangkal batang.
Lanjut membaca

コメントを投稿

0 コメント