Teknik Penggunaan Pestisida Pada Musim Hujan Agar Efektif

Penyemprotan
data:post.title

Perawatan tanaman meliputi penanggulangan hama maupun jamur adalah rutinitas pelaku usaha tani untuk menjaga tanamannya agar tetap tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemberian pupuk daun ataupun pupuk buah bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen yang akan di dapat. Musim penghujan adalah kondisi dimana tenaga ekstra dibutuhkan. Kelembaban yang tinggi sangat menguntungkan bagi tumbuh berkembangnya jamur patogen yang mengancam tanaman.

Untuk menanggulangi penyakit tanaman yang ditimbulkan oleh cuaca atau air hujan yang tinggi tentu saja bukan hal yang mudah, terkadang tidak tertanggulangi dengan baik sehingga tanaman mati. Pada musim penghujan, penyemprotan tanaman dilakukan harus berdasarkan analisa cuaca, agar pekerjaan tidak sia-sia karena pestisida yang baru di aplikasikan tercuci bersih oleh air hujan. Menggunakan varietas yang tahan terhadap perubahan cuaca akan lebih baik, agar dalam perawatannya tidak terlalu sulit. Begitu juga penggunaan Pestisida sistemik akan lebih efektif bila di aplikasikan pada musim hujan.

Perekat pestisida (surfaktan) yang beredar dipasaran cukup membantu untuk memperpanjang usia residu obat yang telah menempel pada daun, namun apabila hujan deras dengan waktu yang lama akan tetap tercuci juga. Fakta dilapangan, tidak semua tanaman atau pestisida cocok dengan penambahan surfaktan. Sebaiknya, surfaktan ditambahkan dengan pestisida yang berjenis racun kontak, dan tidak untuk sistemik.

Pestisida sistemik akan diserap oleh daun tanaman minimal 2 - 6 jam hingga terserap oleh seluruh tubuh tanaman, jika tidak memungkinkan maka penyemprotan harus di ulang. Untuk mempertahankan obat sistemik agar terserap dengan baik, penambahan pupuk calsium 2,5 mg/l harus dilakukan. Disamping terdapat unsur hara didalamnya daya rekat pupuk calcium sangat baik yang dapat bertahan 1 - 2 hari walau hujun turun deras.
Lanjut membaca

Catat Ulasan

0 Ulasan