Asam Absisat (ABA)


Peranan Asam Absisat dalam dormansi biji mempunyai nilai kelangsungan hidup yang besar, karena dia menjamin bahwa biji akan berkecambah hanya apabila ada kondisi optimal (cahaya, temperatur, dan kelembaban). Musim dingin (masa kering) merupakan waktu dimana tanaman akan beradaptasi menjadi dorman (penundaan pertumbuhan). Pada saat itu, ABA yang dihasilkan oleh kuncup menghambat pembelahan sel pada jaringan meristem apikal, dan pada kambium pembuluh, sehingga menunda pertumbuhan primer maupun sekunder. ABA akan memberi sinyal pada kuncup untuk membentuk sisik yang akan melindungi kuncup dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Dinamai dengan asam absisat karena diketahui bahwa ZPT ini menyebabkan absisi/rontoknya daun tumbuhan pada musim gugur. Nama tersebut telah popular walaupun para peneliti tidak pernah membuktikan kalau ABA terlibat dalam gugurnya daun.

Pada kehidupan suatu tumbuhan, merupakan hal yang menguntungkan untuk menunda pertumbuhan sementara (dorman). Dormansi biji sangat penting terutama bagi tumbuhan setahun di daerah gurun atau daerah semiarid, karena proses perkecambahan dengan suplai air terbatas yang akan mengakibatkan kematian. Faktor lingkungan berpengaruh dalam dormansi biji, akan tetapi pada banyak tanaman, ABA bertindak sebagai penghambat utama perkecambahan. Biji-biji tanaman setahun akan tetap dorman dalam tanah sampai air hujan mencuci ABA dari biji.

Banyak tipe biji yang dorman akan berkecambah ketika ABA pada biji dihilangkan (dinonaktifkan) dengan beberapa cara. Biji beberapa tumbuhan gurun akan pecah dormansinya apabila terjadi hujan yang lebat ketika ABA tercuci dari biji. Biji lainnya membutuhkan cahaya ataupun membutuhkan keterbukaan yang lebih lama terhadap temperatur dingin untuk memicu tidak aktifnya ABA. Sering kali rasio ABA-gibberellin menentukan biji akan tetap dorman atau akan berkecambah. Penambahan ABA ke dalam biji yang sedianya berkecambah, akan kembali menjadikan biji dalam kondisi dorman.

Lanjut membaca

Post a Comment

0 Comments