Seperti halnya hormon yang lain, ethylene berpengaruh dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara lain; mematahkan dormansi umbi kentang, menginduksi pelepasan daun atau leaf abscission, menginduksi pembungaan nenas. Pada mulanya Ethylene diketahui dalam buah yang matang, begitu juga dengan gas yang keluar dari pisang masak dapat memacu pematangan buah, dan sejak pada saat itulah Ethylene (C2 H2) dipergunakan sebagai sarana pematangan buah dalam industri. Ethylene adalah suatu gas yang dapat digolongkan sebagai zat pengatur pertumbuhan yang aktif dalam pematangan. Untuk meningkatkan hasil buah yang masak baik secara kualitas maupun kuantitasnya dapat diusahakan dengan substansi tertentu, diantaranya dengan cara pemberian zat pengatur tumbuhan Ethylene. Dengan demikian, peranan ethylene dalam pematangan buah dapat menentukan penggunaannya dalam industri pematangan buah, bahkan mencegah produksi dan aktifitas ethyelen dalam usaha penyimpanan buah-buahan.
Proses pematangan buah dikaitkan dengan rangkaian perubahan yang dapat dilihat meliputi warna, aroma, konsistensi dan flavour (rasa dan bau). Perpaduan sifat-sifat tersebut akan menyokong kemungkinan buah-buahan enak dimakan. Ethylene sebagi hormon yang akan mempercepat terjadinya klimakterik. Proses tersebut didahului dengan klimakterik yang dapat didefinisikan sebagai suatu periode mendadak yang unik bagi buah dimana selama proses terjadi serangkaian perubahan biologis yang diawali dengan proses sintesis ethylene.
Lanjut membaca
댓글 쓰기
0 댓글