Mikro Organisme Lokal (MOL) adalah cairan yang terbuat dari berbagai macam bahan alami tempat berkembang biaknya mikro organisme yang berguna sebagai dekomposer/penghancur bahan-bahan organik.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengembangkan mikro organisme lokal di antaranya;
Limbah hijauan atau limbah sayuran dapur. Peralatan yang digunakan adalah:
Drum/Tong Plastik kafasitas 200 liter
Plastik Bening 1 m2
100 kg Limbah Sayuran Hijauan (Kol, Cesin, Vetsay, Mentimun, bayam, kangkung dll)
Garam 5 % dari berat bahan ( 5 Kg)
Gula merah 2 %
Air cucian beras 10 liter
3 kg rebung bambu
5 liter air cucian beras
1 buah maja yang sudah matang
1,5 ons Gula Merah
2 Buah Maja Matang
Molase 1 liter atau Gula Merah 1 kg
Air kelapa 10 liter
Kualitas MOL yang baik tergantung dari proses fermentasi dan bahan yang kita gunakan, semakin lengkap bahan dasarnya maka mikro organisme akan berkembang biak dengan pesat dan hidup/tumbuh beragam. Urine sapi, Kambing atau Kelinci akan lebih baik jika ditambahkan pada bahan-bahan di atas, minimal 10% dari keseluruhan bahan yang akan di fermentasi. Aerator atau gelembung air yang biasa digunakan pada aquarium, bisa dipasang pada media fermentasi guna mengaduk semua bahan sehingga larut secara merata dan sirkulasi tetap terjaga.
MOL yang sudah jadi/matang akan berwarna coklat kehitaman yang berfungsi untuk menyuburkan area pertanian, perikanan dan peternakan. Fungsi utama MOL ini adalah sebagai Bioaktivator atau pengurai bahan organik dalam proses pengomposan. Semakin baik MOL yang digunakan, maka akan semakin cepat proses pengomposan. Untuk pengomposan, siapkan air bersih 5 liter dan tambahkan 1 liter MOL, aduk hingga rata lalu siramkan/semprotkan pada bahan organik yang akan kita komposkan.
Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mengembangkan mikro organisme lokal di antaranya;
Limbah hijauan atau limbah sayuran dapur. Peralatan yang digunakan adalah:
Drum/Tong Plastik kafasitas 200 liter
Plastik Bening 1 m2
100 kg Limbah Sayuran Hijauan (Kol, Cesin, Vetsay, Mentimun, bayam, kangkung dll)
Garam 5 % dari berat bahan ( 5 Kg)
Gula merah 2 %
Air cucian beras 10 liter
Cara Pembuatan
Limbah sayuran hijauan di iris hingga menjadi potongan-potongan kecil dan masukan kedalam drum plastik, setiap lapisan dengan ketebalan 20 cm ditaburi garam sampai rata, demikian selanjutnya hingga bahan hijauan habis. Tambahkan air cucian beras sebanyak 10 liter, Tambahkan gula sebanyak 2 ons lalu aduk hingga rata. Drum ditutup rapat dengan plastik, kemudian diatasnya diberi air sehingga plastik tampak cekung ke bawah karena terbebani oleh air. Setelah 3-4 minggu baru dibuka, akan tampak cairan berwarna kuning kecoklatan, baunya segar dan jika diukur PH nya 3- 5.Bahan lain yang bisa di gunakan adalah Rebung Bambu:
3 kg rebung bambu
5 liter air cucian beras
1 buah maja yang sudah matang
1,5 ons Gula Merah
Cara Pembuatan
Rebung bambu di tumbuk atau di rajang halus, yang kemudian di masukkan ke dalam ember/tong plastik, Campurkan dengan buah maja yang sudah dihaluskan dan tambahkan gula merah yang telah dihaluskan dan aduk hingga rata, lalu masukkan 5 liter air cucian beras. Tutup rapat ember/tong dengan plastik, dan berikan slang kecil pada penutup plastik. Ujung slang di masukkan ke dalam botol yang berisi air 300 - 500 cc. Biarkan selama 15 hari.Bahan dari Keong Mas ( Siput Murbey), sediakan:
5 kg Keong Mas segar2 Buah Maja Matang
Molase 1 liter atau Gula Merah 1 kg
Air kelapa 10 liter
Cara Pembuatan
Keong mas yang sudah ditumbuk di masukkan ke dalam tong plastik, Campurkan dengan buah maja yang sudah halus dan tambahkan molase atau gula 1 kg yang sudah dilarutkan dengan air 1 liter. Tambahkan 10 liter air kelapa dan aduk hingga rata. Seperti biasa, Tong tutup rapat dengan plastik yang sudah diberikan selang yang tersambung ke dalam botol air mineral bekas yang berisi air.Kualitas MOL yang baik tergantung dari proses fermentasi dan bahan yang kita gunakan, semakin lengkap bahan dasarnya maka mikro organisme akan berkembang biak dengan pesat dan hidup/tumbuh beragam. Urine sapi, Kambing atau Kelinci akan lebih baik jika ditambahkan pada bahan-bahan di atas, minimal 10% dari keseluruhan bahan yang akan di fermentasi. Aerator atau gelembung air yang biasa digunakan pada aquarium, bisa dipasang pada media fermentasi guna mengaduk semua bahan sehingga larut secara merata dan sirkulasi tetap terjaga.
MOL yang sudah jadi/matang akan berwarna coklat kehitaman yang berfungsi untuk menyuburkan area pertanian, perikanan dan peternakan. Fungsi utama MOL ini adalah sebagai Bioaktivator atau pengurai bahan organik dalam proses pengomposan. Semakin baik MOL yang digunakan, maka akan semakin cepat proses pengomposan. Untuk pengomposan, siapkan air bersih 5 liter dan tambahkan 1 liter MOL, aduk hingga rata lalu siramkan/semprotkan pada bahan organik yang akan kita komposkan.
Lanjut membaca
แสดงความคิดเห็น
0 ความคิดเห็น