Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah bertujuan untuk memperoleh struktur tanah yang dikehendaki oleh tanaman. Lahan kering mempunyai potensi besar bagi pertanian, tidak hanya untuk tanaman padi Gogo, akan tetapi untuk tanaman pangan lainnya, seperti; sayur, buah-buahan dan tanaman tahunan.

Sebelum pengolahan lahan, tahap pertama yang dilakukan adalah; membersihkan ilalang, gulma dan yang lainnya, dengan cara tradisional maupun dengan penggunaan Herbisida. Namun, dalam penggunaannya, Herbisida dapat memicu kerusakan biologis tanah. Oleh sebab itu, harus hati-hati dalam pengguanannya, serta harus sesuai dengan dosis anjuran. dengan demikian maka diharapkan dapat meminimalisir residu kimia pada tanah yang dapat meracuni tanaman pokok itu sendiri.

Pengolahan tanah diperlukan ketika kondisi fisik tanah kurang mendukung bagi tumbuh berkembangnya tanaman, seperti; tanah miring, tanah padat, keras dan aerasi yang minim. Pemadatan tanah dan pembentukan lapisan keras merupakan penyebab utama degradasi fisik tanah, yang dapat meningkatkan berat isi dan berpengaruh pada penetrasi akar, konduktifitas hidrolik dan aerasi. Untuk mengurangi pemadatan tanah, pengolahan tanah hingga lapisan dalam di ikuti dengan pemberian bahan organik matang (humus).

Erosi merupakan faktor penyebab kerusakan tanah yang paling fatal, sehingga harus dilakukan pencegahan dengan cara memberi perlindungan lahan terhadap bahaya erosi. Pada topografi yang miring perlu diterapkan metode Terasering yang bentuknya disesuaikan dengan kemiringan dan kondisi lahan, Caranya; menggali tanah sejajar dengan garis kontur, kemudian tanah hasil galian ditimbun ke bagian bawah membentuk guludan.

Pada umumnya lahan kering mempunyai tingkat kesuburan yang rendah, dalam hal ini pemberian pupuk organik sangat diperlukan. Hal lain yang perlu dilakukan adalah pengukuran PH, untuk mengetahui tingkat ke asaman pada tanah. Apabila PH menunjukan < 6 maka pengapuran harus dilakukan 2 minggu sebelum tanam, menggunakan kapur pertanian dengan cara disebar merata.

Penggunaan MPHP (mulsa plastik hitam perak) dibutuhkan untuk menjaga kelembaban pada tanah, yang akan meminimalisir tumbuhnya gulma sebagai pesaing tanaman pokok. Dalam aplikasi Insektisida, hindari kontak langsung dengan tanah, karena residu dari Racun pestisida dapat membunuh mikro-organisme yang berperan penting dalam kesuburan tanah.
Lanjut membaca

Catat Ulasan

0 Ulasan