Pupuk alami (kompos) maupun pupuk buatan adalah material yang ditambahkan pada media tanam untuk mensuplai kebutuhan unsur hara sehingga pertumbuhan tanaman akan optimal yang akan mampu berproduksifitas tinggi. Pupuk diberikan disekitar perakaran begitu juga disemprotkan ke daun. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman berupa pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat berupa butiran ataupun kristal, sedangkan pupuk cair berbentuk konsentrat atau cairan. Namun yang harus diperhatikan adalah, pemberian pupuk tidak melebihi dosis yang dianjurkan, karena dapat meracuni tanaman.
Pupuk kimia dibuat melalui proses atau di olah dari bahan-bahan mineral, yang kandungannya dapat dikalkulasi. Sedangkan pupuk organik meliputi pupuk yang terbuat atau terbentuk secara alami dari sisa-sisa metabolisme hewan dan tumbuhan. Keunggulan dari pupuk organik adalah dapat memperbaiki struktur fisik tanah dan dapat membantu mengikat air, namun sulit untuk menentukan kandungan di dalamnya, lain hal dengan pupuk kimia yang pada umumnya menggunakan bahan murni.
Kadar Racun yang terkandung dalam pupuk Anorganik berbeda-beda, racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut maupun pernafasan, Untuk itu dianjurkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan ketika akan mengaplikasikan pupuk kimia.
Unsur Esensial adalah unsur yang dibutuhkan tanaman, jika unsur-unsur tersebut tidak tersedia maka tumbuh tanaman akan tersendat dan tidak akan produktif.
H (hidrogen)
O (oksigen) diperoleh tanaman dari alam, air dan udara.
P (phospat)
K (kalium)
S (sulfur)
Ca (calsium)
Mg (magnesium)
Mn (mangan)
Mo (molibdenum)
B (boron)
Cu (tembaga)
Zn (zink)
Cl (clor).
Unsur Esensial bagi tanaman tertentu adalah (Na), (Si) dan (Co).
Pupuk diklasifikasikan sebagai pupuk organik dan pupuk anorganik; pupuk tunggal, pupuk majemuk, pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk yang dapat mempengaruhi keasaman pada tanah adalah pupuk yang bersifat Asam, sedangkan pupuk Basa dapat menaikan pH pada tanah, dan ada pula pupuk yang bersifat netral.
Kadar unsur hara pada pupuk dinyatakan sebagai persen (%), sebagai contoh; pupuk UREA mengandung unsur Nitrogen 45% yang artinya; dalam 100 kg pupuk Urea mengandung 45 kg Nitrogen, begitu juga dengan pupuk yang lain (TSP, KCL dsb).
Unsur hara yang terkandung pada pupuk adalah faktor penentu ketersediaan unsur hara pada tanah. Semakin banyak kandungan unsur pada pupuk, maka akan semakin lengkap unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Tingkat kelarutan pada pupuk berbeda-beda, ada yang mudah larut dan ada pula yang kelarutannya membutuhkan proses yang cukup lama, seperti misalnya pupuk TSP, pupuk tersebut cocok digunakan sebagai pupuk dasar bersama ketika awal pengolahan tanah.
Pupuk kimia dibuat melalui proses atau di olah dari bahan-bahan mineral, yang kandungannya dapat dikalkulasi. Sedangkan pupuk organik meliputi pupuk yang terbuat atau terbentuk secara alami dari sisa-sisa metabolisme hewan dan tumbuhan. Keunggulan dari pupuk organik adalah dapat memperbaiki struktur fisik tanah dan dapat membantu mengikat air, namun sulit untuk menentukan kandungan di dalamnya, lain hal dengan pupuk kimia yang pada umumnya menggunakan bahan murni.
Kadar Racun yang terkandung dalam pupuk Anorganik berbeda-beda, racun tersebut dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui mulut maupun pernafasan, Untuk itu dianjurkan untuk menggunakan masker dan sarung tangan ketika akan mengaplikasikan pupuk kimia.
Unsur Esensial adalah unsur yang dibutuhkan tanaman, jika unsur-unsur tersebut tidak tersedia maka tumbuh tanaman akan tersendat dan tidak akan produktif.
Unsur Esensial yang terkandung dalam pupuk Organik diantaranya;
C (carbon)H (hidrogen)
O (oksigen) diperoleh tanaman dari alam, air dan udara.
Unsur Makro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar adalah;
N (nitrogen)P (phospat)
K (kalium)
S (sulfur)
Ca (calsium)
Mg (magnesium)
Unsur Mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil adalah;
Fe (besi)Mn (mangan)
Mo (molibdenum)
B (boron)
Cu (tembaga)
Zn (zink)
Cl (clor).
Unsur Esensial bagi tanaman tertentu adalah (Na), (Si) dan (Co).
Pupuk diklasifikasikan sebagai pupuk organik dan pupuk anorganik; pupuk tunggal, pupuk majemuk, pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk yang dapat mempengaruhi keasaman pada tanah adalah pupuk yang bersifat Asam, sedangkan pupuk Basa dapat menaikan pH pada tanah, dan ada pula pupuk yang bersifat netral.
Kadar unsur hara pada pupuk dinyatakan sebagai persen (%), sebagai contoh; pupuk UREA mengandung unsur Nitrogen 45% yang artinya; dalam 100 kg pupuk Urea mengandung 45 kg Nitrogen, begitu juga dengan pupuk yang lain (TSP, KCL dsb).
Unsur hara yang terkandung pada pupuk adalah faktor penentu ketersediaan unsur hara pada tanah. Semakin banyak kandungan unsur pada pupuk, maka akan semakin lengkap unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Tingkat kelarutan pada pupuk berbeda-beda, ada yang mudah larut dan ada pula yang kelarutannya membutuhkan proses yang cukup lama, seperti misalnya pupuk TSP, pupuk tersebut cocok digunakan sebagai pupuk dasar bersama ketika awal pengolahan tanah.
Lanjut membaca
إرسال تعليق
0 تعليقات